Rabu, 21 September 2016

Pen Sahabatku...


Hallo Pen...Apa kabar?
Maafkan aku yang telah lama tidak menyapamu...
Maafkan juga aku jika selama ini telah mengabaikanmu
Kini aku baru sadar semuanya Pen...
Maafkan aku ya Pen, aku sungguh-sungguh menyesal, 

Pen...Apakah kamu baik-baik saja?
Okelah lah Pen, mungkin kamu masih marah
Tidak apa-apa Pen, aku juga ngerti kok perasaanmu 
Mungkin itu perasaan yang sama dengan 
Apa yang pernah aku rasakan 

Pen, sahabatku...
Sahabat? Bolehkah aku menganggapmu sebagai seorang sahabat?
Hallo Pen..

Okelah Pen...biar aku lanjutkan kata-kataku
Sedih memang hidup sendirian
Hanya berteman sepi dan keheningan
Tidak ada teman disana  
Kecuali suara jangkrik yang saling bersahutan
Pada malam hari

Itulah sebabnya aku ingin minta maaf kepadamu
Aku sadar akan kesalahanku selama ini 
Selama ini aku datang atau mencari mu 
Tatkala kalau hanya sedang butuh bantuanmu saja
Habis itu sudah, aku tinggalkan kamu begitu saja
Tidak dianggap bagaikan panci bekas 
Yang siap-siap masuk tong sampah

Itu dulu Pen, sekarang hal itu tidak akan terjadi lagi
Tidak akan aku biarkan kau sendirian lagi
Tidak akan ada malam-malam hening dan sepi
Yang akan kau lalui sendirian
Kini ada aku yang akan selalu menemanimu
Akan banyak malam-malam yang indah buat kita berdua
Aku janji....

Penna ✒️


0 komentar:

Posting Komentar