Nama saya Tegar, saya punya teman namanya Asri. Kami berdua sama-sama duduk dibangku kelas 5 SD. Jumlah siswa dikelas kami berjumlah 35 siswa, 15 cewek dan 20 laki-laki. Asri berada diantara jumlah 15 tadi. Dia temen yang paling baik sama aku. Temen yang lain kadang ada yang baik kadang tidak. Tapi seingatku mereka sering jahat sama aku dari pada baiknya. Baik atau buruk biarkan sajalah itu urusan mereka, yang penting aku tidak pernah cari gara-gara sama mereka. Lagian di sini aku hanya akan bercerita tentang Asri...ya semua hanta tentang dia. Bagiku Asri adalah segala-galanya setelah ibu. Aku suka Asri sejak dia masih kelas Nol kecil. Kami dulu suka bermain bersama dan sampe sekarang pun masih. Belajarpun kami sering bersama. Makanya tidak heran ranking dikelaspun kami selalu gantian kalau aku peringkat satu dia pasti peringkat 2. Begitu juga sebaliknya, kami sama-sama tidak pernah terlempar dari peringkat 2 besar dikelas. Hebat kan???
Aku sayang Asri
Aku suka Asri
Sejak dulu
Sejak dia masih ingusan
Sampai kini dia kadang masih ingusan
Tapi tidak sesering dulu lagi.
Aku suka Asri....
Bel istirahat baru saja berbunyi, temen-temen langsung menuju kekantin untuk jajan. Ada juga yang membuka bekal yang mereka bawa dari rumah. Aku memilih duduk ditepian taman sekolah yang letaknya tidak begitu jauh dari ruang kelasku. Disitu ada sebuah pohon pinisium yang cukup meneduhkanku dari terpaan sinar matahari. Aku suka menggambar seperti Ayah. Ayahkulah yang dulu sering mengajari aku menggambar. Mulai dari menggambar gunung, rumah, sawah, ayam, bebek, sapi, kambing, bahkan matahari dan pelangi. Hari ini aku akan menggambar cemara yang ada diseberang jalan sana. Aku dan Asri biasa nunggu angkot tepat bibawah pohon itu. Setiap pulang sekolah kami selalu dibawah pohon itu hanya untuk menunggu angkot. Pohon cemara itu sangat lebat. Entah mengapa setiap ada Asri aku merasa selalu tenang n nyaman, dikelas Asri duduk tiga baris didepanku tiap aku melihatnya hidupku terasa tentram seperti pohon cemara yang selalu meneduhkanku tatkala angkot belum kunjung datang, lain halnya kalau dia tidak masuk hidupku terasa gersang seperti pohon jati dimusim kemarau yang sedang merangas seisi kelas serasa gersang semua. Aku sengaja ingin mengambar pohon cemara spesial buat Asri.
Aku sayang Asri
Aku suka Asri
Sejak dulu
Sejak dia belum bisa mandi
Sampai kini dia sudah bisa mandi
Walaupun cuma kadang2...
Aku suka Asri...
Segera aku keluarkan buku gambar hadiah ulang tahun dari ayah beserta pensil dan penghapusnya, belum sampai lima menit aku menggambar tiba-tiba Asri menghampiriku sambil membawa 2 potong es lilin.
"Lagi menggambar apa tegar??"
"Hmmmm...ini lagi mau menggambar pohon cemara" jawabku malu2...
"Ooo, tumben...Oya ni tadi aku beliin kamu es"
"Wah...terima kasih Asri, kamu tau banget kalau aku lagi haus..."
"Heeee...Iya dong, udah dilanjut lagi menggambarnya gak sabar aku pengen lihat hasilnya"
"Oke...oke"
Akupun melanjutkan menggambar sambil ditemenin Asri disebelahku, serasa teduh sekali hidupku ini kalau lagi bersamanya. Goresan demi goresan pensil pelan namun pasti terus mengalir begitu saja tidak terasa bel tanda waktu istirahat selesai sudah berbunyi itu tandanya kami harus segera masuk ke kelas lagi untuk mengikuti pelajaran berikutnya sambil tergesa-gesa aku bereskan lagi alat-alat gambar ku tadi beserta lukisan yang belum selesai.....
Bersambung...
Segera aku keluarkan buku gambar hadiah ulang tahun dari ayah beserta pensil dan penghapusnya, belum sampai lima menit aku menggambar tiba-tiba Asri menghampiriku sambil membawa 2 potong es lilin.
"Lagi menggambar apa tegar??"
"Hmmmm...ini lagi mau menggambar pohon cemara" jawabku malu2...
"Ooo, tumben...Oya ni tadi aku beliin kamu es"
"Wah...terima kasih Asri, kamu tau banget kalau aku lagi haus..."
"Heeee...Iya dong, udah dilanjut lagi menggambarnya gak sabar aku pengen lihat hasilnya"
"Oke...oke"
Akupun melanjutkan menggambar sambil ditemenin Asri disebelahku, serasa teduh sekali hidupku ini kalau lagi bersamanya. Goresan demi goresan pensil pelan namun pasti terus mengalir begitu saja tidak terasa bel tanda waktu istirahat selesai sudah berbunyi itu tandanya kami harus segera masuk ke kelas lagi untuk mengikuti pelajaran berikutnya sambil tergesa-gesa aku bereskan lagi alat-alat gambar ku tadi beserta lukisan yang belum selesai.....
Bersambung...


0 komentar:
Posting Komentar