Masih ditempat yang sama, untuk yang kesekian kalinya sebelum boarding aku selalu menyempatkan diri mampir ketempat ini. Seperti biasa secangkir kopi susu dan gorengan selalu aku pesan. Sambil menyeruput kopi ku perhatikan sekeliling tetap sama dengan yang kemarin-kemarin, disebelah kanan tempat saya duduk ada seorang lelaki paruh baya dengan jenggot tipis dan kopiah berwarna putih selalu berdiri disitu menjaga barang bawaan penumpang yang mungkin lagi sholat atau istirahat dimusholla belakang tempat dia bekerja, harum parfum beberapa pramugari yang ikut duduk disitu kuperhatikan selalu sama, parfum mereka tak seharum parfummu. Aku yakin diantara mereka ada yang kenal kamu, bukan hanya kenal mungkin ada juga yang telah menjadi teman bahkan mungkin telah menjadi sahabatmu, tempat untuk berbagi untuk mu. Hampir saja aku tidak kuat menahan rasa penasaranku tentang kamu sekarang. Hampir saja ku ulurkan tangan kepada salah satu diantara pramugari ini untuk kenalan dan menanyakan apakah salah satu diantara mereka ada yang kenal kamu atau tidak. Tapi senyatanya aku tak seberani itu, aku masih termangu dalam kebinggungan.
Sudah setenggah jam aku duduk disitu, tanda-tanda kejadian itu akan terulang lagi nampaknya bakal gagal lagi. Lima belas menit lagi pesawatku sudah mau boarding, segera aku keluarkan dompet dan membayar semua pesananku tadi. Sambil meninggalkan tempat itu aku perhatikan sekeliling siapa tau bisa ketemu kamu lagi. Aku lemparkan pandanganku kesana dan kesini dari mulai yang dekat sampai dengan yang paling jauh dengan harapan yang sama yaitu berharap pandanganku tadi menyangkut tepat pada wajahmu. Tapi apa daya hasilnya tetap saja nihil.


0 komentar:
Posting Komentar